Description

Sup bening berisi potongan fillet ikan jadi andalan restoran ini. Selain itu ada gurame cobek dan tempe penyet yang sedap! Ibukota propinsi Banten sebenarnya punya kekayaan kuliner. Sayangnya belum ditata dan dikembangkan dengan baik. Buktinya kami harus berputar-putar mencari rumah makan khas Banten.

Sebenarnya pecak bandeng yang ingin kami cicipi saat ada di kota Serang. Terpaksa harus kecewa karena di hari Minggu rumah makan tutup. Demikian juga rumah makan lain yang konon punya sate bandeng enak. Tutup!

Untung saja kami melihat satu-satunya rumah makan yang telihat bersih dan menarik. ‘Sup Ikan Taman Taktakan’ yang ada di Jl. Yusuf Martadilaga, Kebon Jahe. Ini salah satu cabang dari tiga yang ada di Serang dan beberapa di Anyer serta Cilegon.

Nama Taktakan berasal dari nama kecamatan yang ada di barat daya Serang. Daerah ini merupakan daerah pengunungan berhawa sejuk. Tak salah jika sup ikan jadi santapan khasnya.

Beberapa waktu lalu kami pernah menyinggahi rumah makan ini yang ada di Anyer. Tentu kami tak melewatkan untuk mencicipi kembali Sup Ikan (Rp.60.000) andalan mereka. Bisa pilih setengah porsi, untuk berdua atau satu porsi untuk berempat.

Sup disajikan panas mengepul dalam mangkuk. Nyaris tak terlihat potongan ikannya karena dipenuhi dengan irisan daun bawang, bawang bombay, daun kemangi, cabe rawit hijau, bawang putih goreng utuh dan tomat hijau. Aromanya sangat segar!

Ikan kuwe yang dipotong berbentuk bongkahan cukup besar. Pastinya ikan kuwe berukuran besar. Ada 6 potongan ikan di dalam sup ini. Segera kami pindahkan ke dalam mangkuk sup yang sudah disiapkan.

Sluurp! Langsung terasa asam segar dan gurih yang enak. Karena ikannya segar, tak ada aroma anyir. Daging ikan kuwenya padat kenyal menunjukkan ikannya segar. Sementara isian daun bawang, tomat hijau dan daun kemanginya terasa renyah segar. Bawang putih yang digoreng utuh juga tercium wangi aromanya.

Hanya saja kami harus ekstra hati-hati karena cabe rawit hijau utuh banyak ditambahkan. Tetapi ‘ranjau’ ini juga memberi sensasi pedas renyah saat dikunyah. Membuat sup ikan ini makin sedap.

Sup ikan ini jadi pengantar yang pas untuk menikmati sajian utama. Selain diolah jadi sup, ikan kuwe juga ditawarkan dalam olahan woku balanga. Ikan berkuah kuning khas Minahasa.

Sedangkan untuk lauk lain ada beragam olahan gurame. Gurame goreng, gurame bakar, gurame asam manis, gurame cabe hijau, gurame acar dan gurame cobek.

Gurame Cobek (Rp.110.000) seberat 1 kg yang kami pesan disajikan utuh dengan balutan sambal oranye merah menyala. Wah, menggiurkan!

Ikan gurame utuh dikerat-kerat kedua sisi badannya. Gorengannya kering renyah dengan paduan sambal yang tak terlalu menyengat tetapi ada aroma terasi yang sedap.

Nasi hangat disajikan dalam ceting (wadah bambu) tentu tak kami lewatkan untuk disuap dengan gurame cobek. Seporsi

Ca Kangkung Polos (Rp.20.000) dan Tempe Penyet (Rp.12.000) ikut melengkapi santapan kami.

Tumis kangkung sawah yang gendut terasa renyah. Dengan paduan irisan cabe dan tomat rasanya pedas segar. Yang paling sedap justru tempe penyet yang sederhana.

Irisan tempe goreng agak memar kasar diselingi gerusan cabe rawit hijau disajikan di piring kecil. Renyah tempe beradu dengan cabe rawit hijau yang pedas menyengat. Huaah! Suapan nasi putihpun harus ditambah.

Makan siang sedap ini kami tutup dengan es loli Njonja Besar yang manis dingin. Rumah makan tergolong bersih, ada tempat cuci tangan, toilet dan musholla.

Jadi, selain pecak bandeng dan sate bandeng, sajian sup ikan di tempat ini bisa jadi santapan enak saat mampir ke kota Serang.

Video

There are no reviews yet.

Be the first to review “Sup Ikan Taman Taktakan”

Your Rating for this listing
Choose to rate